Minggu, 27 November 2016

Berselancar Dalam Badai

Bagaimana kita bisa tetap bahagia di situasi terburuk dalam kehidupan?
 
ketika hidup kita dihadapkan dalam situasi yang tidak menentu dan tak ada kepastian, ketika tekanan hidup yang sangat berat, tekanan psikologis yang sangat berat menindih dan menambah derita, satu masalah besar datang tidak sendirian tapi selalu membawa teman-temannya.
ketika satu masalah besar datang, ketika kita berusaha keras menyelesaikannya menurut pikiran kita, dalam upaya itu kita malah dihadapkan pada masalah-masalah besar lainnya yang datang menghampiri, hingga hidup dipenuhi segudang masalah besar yang kian hari terasa semakin berat. Sanggupkah kita menghadapinya ? inilah pergumulan hidup.
Ingin rasanya lari dari kenyataan pahit seperti ini, mau lari ke manapun kita tidak akan terbebas darinya. Melarikan diri bukanlah sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah , hadapilah apapun yang terjadi.
Kita semua sadar, bahwa sebagai manusia kita punya keterbatasan, hati dan pikiran kita terbatas, kemampuan kita terbatas, kekuatan jasmani kita terbatas, gerak langkahpun penuh keterbatasan. Lalu apa yang harus kita lakukan ? kita sungguh sudah tak berdaya lagi, bagaimana mungkin bisa keluar dari badai dahsyat ini? segala kekuatan dan kemampuan sudah dikerahkan, dari hari ke hari keadaan tidak membaik, malah semakin memburuk dan menenggelamkan kita semakin dalam di samudera kesulitan.
 
Mari kita nikmati keadaan terburuk ini dengan belajar berselancar dalam badai di tengah luasnya samudera kehidupan.
 
Pertama-tama kita harus punya papan selancar sebagai pijakan yang akan menghantar kita ke tepian air tenang, itu adalah HARAPAN.
Harapan tak boleh hilang karena itu adalah pijakan, harapan membuat kita semangat untuk terus berjuang, kita tak khawatir berselancar dalam badai sedahsyat apapun , karena kita yakin memiliki papan selancar yang kuat sebagai pijakan.
 
Kita juga harus punya kekuatan , karena kita berselancar dalam badai yang dahsyat , kekuatan yang akan selalu menopang kita dalam menahan kerasnya angin dan gelombang yang menghantam, itulah IMAN.
IMAN adalah kekuatan yang mampu menangkal segala hantaman saat kita berselancar dalam badai.
IMAN berarti kita percaya bahwa Allah Sang Penguasa Samudera ini selalu ada bersama kita, menopang dan memberi kita kekuatan baru yang luar biasa menahan semua kekuatan yang datang menghantam. Keyakinan bahwa Sang Penguasa Alam ini membiarkan kita berselancar dalam badai, agar kita belajar dan menjadi peselancar hebat , tapi Dia tidak akan membiarkan kita tenggelam dan mati, Allah lebih tahu batas kemampuan kita. Keyakinan bahwa setiap kali kita jatuh, DIA akan memampukan kita kembali menggapai papan selancar sebagai pijakan kita untuk terus berselancar. Keyakinan bahwa DIA sudah mengatur badai dan angin kencang untuk menghantar kita ke tepian pantai yang terindah , yang sudah ditentukanNYA bagi kita.
 
Untuk dapat berselancar dengan baik di tengah badai, kita harus memiliki keseimbangan , agar tidak mudah oleng dan tetap dapat bersinergi dengan alam . keseimbangam itu adalah KASIH, baik KASiH kepada Allah, kepada diri sendiri, kepada sesama, dan kepada alam sekitar.
Kasih kepada Allah , sesungguhnya bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah terlebih dahulu mengasihi kita , maka sepantasnyalah kita membalas kasih Allah itu dengan hidup sesuai Kehendak & Perintah-NYA. Perintah Allah yang utama dan terutama adalah KASIH. Allah sendiri adalah KASIH, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
KASIH itu tidak pura-pura, menjauhi yang jahat, dan melakukan yang baik, tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, sabar; murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong , dan di dalam kasih tidak ada katakutan/kekhawatiran, melainkan memberikan sukacita dan damai sejahtera .
Mari kita memelihara keseimbangan diri kita selalu dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat-Nya hingga badai reda dan kita tiba di pantai terindah yang telah disiapkan Allah bagi kita.
 
Itulah 3 hal yang harus kita miliki , IMAN, HARAPAN, & KASIH. Yang terbesar diantaranya adalah KASIH. kasih memampukan kita berselancar dengan indah dalam badai yang dahsyat sekalipun.
Ketika kita telah memiliki ketiga hal di atas , bagaimana cara memulainya dalam praktek kehidupan sehari-hari?
 
1. pergilah ke dalam kamar/ tempat sepi , tak ada seorangpun kecuali dirimu dan Tuhan yang menyaksikan kesungguhanmu. mulailah instropeksi diri : -menyadari kesalahan-kesalahan dan dosa yang telah kau perbuat , menyadari kelemahan / kekuranganmu , lepaskan ego dan jujurlah pada dirimu sendiri , karena tanpa kau katakanpun Tuhan sudah tahu semuanya.
menangislah jika itu membuatmu lega...
mohon pengampunan dari-NYA , dan berjanjilah untuk tidak berbuat dosa/ kesalahan-kesalahan lagi.
-menyadari kelebihan-kelebihan dirimu , menyadari di hadapan Sang Pencipta dirimu berharga , menyadari bahwa Allah mengasihimu . Dengan menyadari hal-hal positif dalam dirimu , hidupmu tetap bermakna hidupmu tetap bisa berguna bagi orang lain,setidaknya bagi orang-orang yang kau kasihi dan yang mengasihimu
-menyadari bahwa Allah lebih besar dari segala masalahmu yang terbesar dan terberat sekalipun. serahkan segala beban, masalah,& segala kekhawatiranmu kepada-NYA dengan penuh kepercayaan tanpa ragu. bahwa Allah lebih tahu cara terbaik untuk menyelesaikan masalahmu , Allah lebih tahu waktu yang tepat untuk menolongmu, Allah lebih tahu kemampuan dan kekuatanmu dan untuk segala sesuatu yang diluar batas kemampuanmu Allah berkuasa untuk bertindak bagimu.
 
2. Berbekal penyadaran diri dan penyadaran akan Kuasa dan Kasih Karunia Allah, keluarlah dengan penampilan yang baik dan raut muka yang ceria jangan tampak lusuh seperti orang sengsara, tetapi bersukacitalah. Sukacita yang kau bawa akan membuatmu bahagia dan lebih tenang menghadapi keadaan apapun.
Kau mungkin tidak bisa melakukan hal-hal besar, tapi lakukanlah hal-hal kecil yang berguna dan menyenangkan orang lain :
tersenyum dan sapalah setiap orang yang kau jumpai , tanpa pandang bulu. mungkin sebersit senyummu yang ramah dan sapamu yang lembut bisa menenangkan hati seseorang yang sedang susah, membuat orang merasa dirinya berharga , merasa diperhatikan , merasa ada yang memperdulikan dirinya.
Hadapilah masalah yang datang dengan senyum dan penuh keberanian, bicaralah dengan baik dan lembut , lakukan sebatas kemampuanmu dan tetap mengandalkan Tuhan untuk hal-hal yang diluar kemampuanmu.
Berusahalah semampumu dan biarkan berkat Allah mengalir , kamu akan mulai terkejut menyaksikan Kuasa Allah memeliharamu, memenuhi segala kebutuhanmu.
 
3. Setiap Malam , kembalilah dalam keheningan , review kembali apa yang telah terjadi sepanjang hari. sadari kehadiran Allah dalam hidupmu selama sehari itu , kau akan menyadari ada banyak keajaiban dalam sehari yang Allah lakukan untukmu.
bersyukurlah untuk setiap berkat yang kau dapatkan sepanjang hari yang lalu , sekecil apapun berkat yang kau terima ketika kau mensyukuri berkat-berkat yang kecil , akan semakin banyak berkat yang harus kau syukuri.
setiap pagi syukurilah setiap rahmat yang kau terima selama istirahatmu semalam, bersyukurlah untuk kehidupan, kesehatan, dan nafas baru yang Allah berikan, bersyukurlah untuk berkat dan penyertaan-Nya sepanjang hari yang akan kau terima dari-Nya hari ini.
Jika keadaanmu terasa semakin berat , ulangi proses POINT 1-3 diatas... lakukan terus setiap hari sampai kau benar- benar berserah dan mampu mengandalkan Allah dalam segala hal, lepaskan ego dan keangkuhan diri.
Jika kau terus merasa mampu dalam segala hal, mengandalkan logikamu, pikiranmu , dan kemampuanmu yang penuh keterbatasan itu , kau tidak akan pernah bahagia dan bersukacita, kau tak akan pernah bisa berserah ,kau tak akan pernah bisa bersyukur .
Dan akhirnya kau akan menghancurkan dirimu sendiri dengan segala kekhawatiran, kekecewaan, frustrasi, putus asa, stress, dan berbagai macam perbuatan dosa.
Allah itu terlalu besar untuk kau pahami , misteri Illahinya terlalu luas untuk kau ukur dengan logika dan pikiranmu, ketahuilah kemampuanmupun tak lebih besar dari masalahmu, tetapi Kuasa Allah jauh lebih besar melampaui segala masalahmu yang terbesar sekalipun.
Rendahkanlah dirimu di hadapan Allah, sesungguhnya dalam kelemahanmu Kuasa Allah akan semakin nyata dalam dirimu.
Untuk tetap bahagia, menikmati berselancar dengan indah dalam badai dasyat sekalipun, kuncinya adalah :
1. Pikirkan pengalaman kelimpahan berkat yang kau terima dalam satu hari pada saat kekurangan uang.
2. Berbahagialah saat ini, meski tanpa uang.
3. Bersyukurlah atas semua yang kau miliki saat ini.
4. Berikan yang terbaik dari dirimu untuk orang lain.
5. Bersyukur untuk setiap berkat terkecil sekalipun yang Allah berikan setiap saat padamu.
6. Hiduplah untuk hari ini dengan mengutamakan KASIH sesuai Perintah-NYA
7. Percaya tanpa ragu tentang Kuasa & Kasih Karunia Allah yang akan bertindak bagimu untuk menyelamatkan dan menjadikanmu lebih dari pemenang..
 
JANGAN MENANGISI MASA LALU , MASA LALUMU TELAH PERGI
JANGAN STRESS TENTANG MASA DEPAN, MASA DEPANMU BELUM TIBA
HIDUPLAH UNTUK HARI INI , DAN LAKUKAN YANG TERBAIK DAN TERINDAH.
 
kutuliskan semua ini berdasarkan pengalaman pribadi , semoga berguna bagi banyak orang. Jika anda suka silakan dibagikan.
ditulis oleh Arlina Husen
sebagai ungkapan syukurku kepada Tuhan.
yang selalu menemaniku berselancar dalam badai kehidupanku.